Selasa, 07 Februari 2012

tanda hati sehat dan sakit menurut islam


TANDA-TANDA HATI YANG SAKIT DAN YANG SEHAT

Andai kata, seorang mengenal segala sesuatu tetapi ia tidak mengenal Allah sedikitpun, maka seolah-olah ia tiddak mengenal apapun. Adakalanya hati sakit dan sangat parah sakit nya tetapi pemiliknya tidak merasakan nya karena kesibukannya dan ketidak pedulian nya kepada kesehatan hatinya atau bahkan hatinya sampai mati sednag pemilik nya tidak merasakan nya. Keras nya hati karena empat hal yaitu; makan, tidur, berbicara, dan berkumpul. Jika hati sakit karena syahwat maka segala nasehat tidak akan mampu menumbusnya.
Tanda-tanda hati yang sakit :
1.       Ia tidak meraskan sakit meskipun terluka oleh berbagai keburukan.
2.       Ia merasa senang dalam kemaksiatan dan merasa puas jika telah melakukan nya.
3.       Ia lebih menguatamakan yang rendah dari yang paling mulia.
4.       Ia membenci kebenaran dan merasa sempit karenanya.
5.       Ia membenci orang orang saleh.
6.       Ia takut kepada selain Allah.
7.       Ia tidak pernah mengenal kebaikan.
Berbagai Penyebab Penyakit hati:
1.       Karena bodoh
2.       Karena berbagai cobaan
3.       Karena syahwat dan maksiat
4.       Karena mengikuti hawa nafsu
5.       Karena lupa dari dzikir
6.       Karena mengkonsumsi yang haram
7.       Karena sibuk mencari dunia
Tanda-tanda Hati yang Sehat:
1.       Ia lebih mengutamakan segala sesuatu yang bermanfaat dan baik dari malapetaka yang merugikan
2.       Ia lebih mengutamakan akhiratdari dunia
3.       Hati yang sehat akan terpacu untuk senantiasa lebih mendekatkan diri kepada Allah
4.       Ia tidak pernah bosan dari mengingat Allah
5.       Ia selalu rindu untuk beribadah
6.       Ia tidak ingin kehilangan waktu nya untuk hal yang sia-sia
Sebagai kesimpulan , hati yang sehat adlah  hati yang terfokus mengarah kepada Allah, mencintai dan menunjukkan semua amal kebajikannya , termasuk juga tubuhnya, amal amalnya, tidurnya, terjaganya, kesenangannya, dan semua yng terarah kepada Allah. Setiap kali hati nya menyimpang, maka ia teringat kepada firman Allah;
“ hai jiwa yang tenang . kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi di ridhoi-Nya” (Q.S AL FAJR, 27,28).
Ia berulang ulang kali melantunkan firman-Nya, agar hati nya selalu tertumpu kepada Allah sehingga setiap kali ia mendengar perintah atau larangn, maka hatinya siap menjalankan perintah Allah.